+6281 944 80 5000 elemenslide@gmail.com

Mana yang anda sukai, tayangan video berwarna atau hitam putih?

Jawabannya pasti berwarna.

Apa yang anda rasakan ketika anda hanya disuguhkan dengan video atau presentasi yang monokrom/warna tunggal?

Pasti sangat membosankan bukan?

Itulah sebabnya kombinasi warna sangat dibutuhkan.

Dalam sebuah presentasi, audiens tidak hanya menggunakan indera pendengaran untuk menangkap informasi, tapi juga indera penglihatan untuk menangkap penjelasan secara visual untuk mereka susun dalam memori.

Seberapa menarik presentasi, bergantung pula pada pemilihan kombinasi warna yang anda gunakan dalam slide tersebut.

Nah, untuk mendalami kombinasi warna, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, sehingga visualisasi anda menarik dan tentunya agar presentasi anda sukses:

1. Siapa target audiens anda?

Sama seperti orang-orang marketing yang mengklasifikasi segmen pasar mereka, anda juga harus tau siapa yang anda ajak bicara, siapa target presentasi anda.

Anda juga sebaiknya mengetahui rentang usia mereka, ini akan membantu anda untuk memilih warna yang tepat secara psikologis.

Misalnya, warna hangat (warm) antara lain mencakup warna merah, oranye, dan kuning.

Warna-warna ini sangat cocok untuk audiens dengan rentang usia kanak-kanak hingga remaja yang penuh semangat dan keceriaan.

Ada lagi warna dingin (cool) yang diwakili oleh warna hijau, biru, dan ungu. Sangat cocok digunakan untuk audiens dengan rentang usia dewasa hingga orang tua.

Jika anda sudah memahami dan menguasai target anda, mereka akan tersihir oleh racikan desain presentasi anda. Kenyamanan secara visual mempengaruhi perhatian audiens pada paparan anda.

2. Di mana tempat anda melakukan presentasi?

Hal penting selanjutnya adalah tempat: apakah anda berbicara di dalam ruangan atau di luar ruangan?

Tempat bukan hanya berpengaruh pada suara presentasi anda, tapi juga berpengaruh pada visualisasi yang anda tampilkan.

Warna yang anda gunakan dalam presentasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan pencahayaan tempat anda melakukan presentasi.

Ini penting. Banyak orang yang kurang memperhatikan hal ini, sehingga presentasi mereka gagal untuk dipaparkan dengan baik.

Jika pencahayaannya minim, anda harus memilih warna yang bisa mengatasi hal tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Aspek kecerahan dan perpaduan warna yang pas akan membantu anda untuk bisa menampilkan presentasi secara maksimal.

3. Presentasi seperti apa yang anda tampilkan

Apa konten yang anda presentasikan, berpengaruh juga terhadap pertimbangan warna yang akan digunakan.

Maka sesuaikan warna dengan pesan yang ingin anda munculkan dalam slide atau presentasi yang anda sampaikan.

Pada psikologi warna, beberapa warna memiliki arti sendiri pada branding.

Merah sering dikomunikasikan dengan kekuatan, kepercayaan diri, dan kekuatan. Warna ini juga termasuk warna yang sangat menonjol.

Warna ini sering dipakai dalam slide motivasi kepemimpinan.

Oranye juga masih kategori warna yang berapi-api.

Oranye mengombinasikan kehangatan dari merah dengan keceriaan warna kuning untuk sebuah hue yang mengkomunikasikan aktifitas, energi dan optimisme.

Warna ini juga diasosiasikan dengan kemudaan dan kreatifitas.

Kuning diidentikkan warna dari matahari. Kuning sering dikomunikasikan dengan kebahagiaan, keceriaan, keramahan dan kesegaran musim semi.

Pada branding, warna ini bertugas untuk menarik perhatian dengan baik, namun bisa jadi sangat mengganggu jika tidak ditempatkan dengan kombinasi yang tepat.

Hijau adalah warna alam dan tetumbuhan. Hijau sering dikomunikasikan dengan kesehatan, kesegaran, atau kualitas alami (autentik).

Hijau tua dapat merepresentasikan kekayaan atau hal lain yang memiliki relasi dengan uang.

Pada branding, banyak merek yang berusaha memberi kesan alami dan organik pada produk dengan merek tersebut.

Biru warna laut dan langit. Warna ini sering mengkomunikasikan kedamaian, santai dan kesan elegan.

Pada branding, biru digunakan secara luas dan menjadi salah satu warna yang serba guna.

Biru tua adalah pilihan yang populer digunakan dalam konteks perusahaan karena warna ini memiliki rasa serius, konservatif dan kualitas profesional.

Ungu secara tradisional diasosiasikan dengan keagungan atau kehormatan. Warna ini juga memiliki konotasi spiritual/mistis atau keagamaan.

Pada branding, shade yang lebih gelap biasanya menyimbolkan kemewahan, sementara shade yang lebih terang dikaitkan dengan feminim dan kekanak-kanakan.